
Dari sekian banyak cerpen yang diterima Dewan Juri Lomba Cerpen Eksperimental Basabasi, beberapa tampil menarik dengan memakai dialog pingpong ala Putu Wijaya; menerapkan inisialisasi nama tokoh dan absurditas Kafka; berusaha liris seperti Linus; meminjam aliran kesadaran Joyce; bermain tipografi seperti Sutardji dalam puisi; tampil formal dan dingin dengan sintaksis ala teks alihbahasa dari Inggris ke Indonesia. Di toples yang lain, ada cerpen-cerpen yang menjauhi eksperimentasi bentuk dan mengambil fokus pada penafsiran ulang terhadap realitas atau dongeng-dongeng lama, misalnya, dengan menceritakan Pinokio sebagai anak sial yang tak diakui ibu-bapaknya, menempatkan imajinasi sebagaimana delusi, memberikan pemaknaan lain terhadap surga, terhadap kematian, dan lainnya. Buku ini berisi sepuluh cerpen terbaik yang telah melalui proses penjurian yang panjang. Ia tidak sekadar menawarkan sesuatu yang segar, melainkan juga menyuguhkan persoalan-persoalan yang belum selesai dalam diri manusia dan realitas yang melingkupinya.
Authors

1. Polaroid (Cerpen Aneka, 2007) 2. Erin’s Diary (Cerpen Keren Beken, 2007) 3. Pasangan Pembunuh (Cerpen Aneka, 2007) 4. Diary Hantu (Novel Puspa Swara 2008) 5. Mikro Serangga Detektif (Novel anak Masmedia 2009) 6. Hantu Suramadu (Novel Puspa Swara, 2010) 7. Ghost Traveller (Novel Masmedia, 2010) 8. 13 Tumbal Lumpur Porong (Novel Puspa Swara, 2011) 9. Kau Akan Mati Terpotong 13 (Novel Narasi, 2011) 10. Dendam Arwah Jumat Kliwon (Novel Narasi, 2011) 11. Teror Suramadu (Novel grafis/Komik Puspa Swara, 2012) 12. Monster Battle (Novel fantasi anak Mediakita, 2013) 13. Midnight Stories 2 (Komik Mediakita 2013) 14. Silent Traveller (Novel Puspa Swara, 2013) 15. Midnight Stories 3 (Mediakita 2014) 15. Akar (Mediakita, 2014) 16. Garda Ksatria Cassiopeia, Perebutan Kristal Langit (Tangga Pustaka, 2014)
Aveus Har adalah nama pena dari seorang pria bernama Suharso yang tinggal Pekalongan. Sehari-hari pria ini berprofesi menjadi pedagang mie ayam.