
Pletak! Sebutir kerikil selalu menerpa punggung tas ranselku setiap pagi. Ya, kerikil selamat pagi dari Masahiro. Walaupun dongkol, tapi ternyata aku merindukannya kala kerikil itu tidak datang menyapa. Masahiro... sebenarnya aku menyukainya. Tapi aku tidak punya nyali untuk mengatakannya. Mendingan kupendam saja di dalam hati. Apalagi ketika ada seorang murid baru di kelas kami, Ayumi. Gadis cantik itu kayaknya juga naksir Masahiro. Oh, padahal Yoshimoto, kakak Masahiro yang tak kalah keren dan populer menyatakan cintanya padaku. Aduh, apa yang mesti kulakukan?