Margins
Margins
Sign in
Margins
Subscribe to our newsletter
548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
hello@margins.app
·
+1 (650) 223-5283
Privacy Policy
·
Terms of Use
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved
Tintin Characters
Tintin Characters
Series · 8 books · 2005-2010
By
Michael Farr
Books in series
#1
Milo
2007
When in January 1929 Tintin set out on the first of many adventures, he needed a loyal and faithful companion. Nothing could fit the bill better than a dog, man's best friend.
#2
Zhang
2005
Tahun 1934, di Brussels mulailah persahabatan antara dua seniman, Zhang dan Herge. Persahabatan antara pria Eropa dan Asia ini sangat erat. Hubungan mereka melahirkan Lotus Biru. Hubungan ini juga selamat melalui ujian jarak jauh dan perpisahan. Berkat saran-saran Zhang, Herge memperoleh simpati dan penghormatan rakyat Cina. Saat ingin menciptakan teman bagi Tintin, Herge tanpa ragu memberinya nama orang yang memperkenalkannya pada kebudayaan Cina. Tintin menyelamatkan Zhang dari bahaya tenggelam di Sungai Yang-Tse-Kiang, sementara itu Zhang menjadi penunjuk jalannya di Shanghai, dan memberitahukan rahasia-rahasia bangsa Cina. Zhang bersikap solider, baik hati, setia, di tengah kekejaman pendudukan Jepang. Persahabatan ini membawa Tintin ke puncak Himalaya untuk mencari Zhang. Sama seperti Herge mencari sahabatnya di Cina, dan berhasil menemukannya kembali untuk akhirnya berkumpul kembali di Brussels tahun 1981. Ini mungkin cerita bergambar yang paling indah.
#7
Rastapopoulos
2010
Roberto Rastapopoulos sangat jahat. Dia memiliki jaringan di seluruh dunia, dan seperti burung phoenix, dia seolah tidak bisa mati. Dialah musuh sejati Tintin. Sampai petualangan terakhir yang tidak selesai pun dia masih berusaha menyingkirkan sang reporter muda untuk selamanya. Mulai Cerutu sang Firaun sampai Tintin dan Alpha-Art, Herge terus-menerus menggunakan tokoh bandit ini. Rastapopoulos muncul dalam setelan rapi sampai kostum pesta topeng. Kita menyaksikan berbagai kejahatan besar yang dirancangnya. Sosoknya membuat kita takut, kecuali dalam Penerbangan 714 ke Sydney. Dalam buku ini Rastapopoulos seolah tidak menjadi dirinya sendiri. Dia tampil menyedihkan dan patut dikasihani. Dia bukan lagi si "Tuan Besar". Tapi kemudian dia kembali. Dia selalu membawa api kejahatan, membawa ketakutan ke dunia....
#8
Jenderal Alcazar
2010
Di negaranya, Alcazar adalah raja. Prajurit ini selalu memakai seragam, baik saat memerintah negaranya yang eksotis maupun saat memimpin pasukannya. Hanya satu yang ia revolusi. Kudeta demi kudeta dilancarkannya, melawan musuh abadinya, Jenderal Tapioca. Oleh karena cinta pada negaranya, Republik San Theodoros, ia tidak keberatan berkompromi dengan orang-orang jahat dan hiu-hiu dunia keuangan. Alcazar menyukai cerutu Havana, main catur, dan tidak takut minum-minum. Ia bisa memegang jabatan presiden dan memerintah dengan baik. Ia orang Amerika Selatan sejati. Baik karakternya maupun bangun tubuhnya. Penampilannya di kota sangat elegan, kita bisa saja membayangkannya berdansa tango—-tapi sayangnya sepanjang cerita tidak pernah disinggung apakah ia menyukai musik atau bisa berdansa. Tapi apakah itu berarti kehidupan cinta Alcazar mati? Belum tentu, kita tahu "Zazar" menikah dengan "merpatinya", Peggy. Pasangan yang sangat aneh. Caramba! Cukup mengobrolnya! Revolusi selalu berjalan dan Las Dopicos selalu menunggu pemerintahan baru yang profesional.
#9
Abdallah
2006
Tidak perlu mencari-cari lagi. Inilah anak paling bandel dalam komik. "Nakal", itulah dia. "Luar biasa tidak bisa diatur", juga dia. Abdallah, yang namanya berarti "abdi Allah", membuat dunia kacau-balau dan menyulitkan semua orang dalam Tintin di Negeri Emas Hitam. Tidak pernah bisa diam, dia selalu menguji kesabaran dan belas kasihan orang-orang di sekitarnya. Apa pun bisa dia buat di istana tempat tinggalnya... Kalau ada kenakalan yang dibuatnya, Abdallah langsung berlindung di belakang Emir Mohammed Ben Kalish Ezab, ayahnya. Enam tahun dan sudah senakal itu? Jangan lupa, dia adalah "burung kecilku yang manis", tidak mungkin berbuat salah. Abdallah tumbuh dalam kebudayaan yang memanjakannya sehingga menjadi begitu nakal. Dia bisa mengganggu semua orang, terutama Kapten Haddock. Rokok yang meledak, ember di atas pintu, petasan. Tidak ada keisengan yang belum dicobanya!
#10
Pietro Maxx
2010
Pietro Maxx si agen asuransi seperti prajurit yang tidak pernah kenal putus asa dalam menaklukkan benteng. Benteng favorit yang selalu ingin Puri Moulinsart. Tapi penghuninya tidak terlalu senang dengan kehadirannya. Setelah kehadiran si penyanyi dari Milan, kedatangan agen Asuransi Jiwa Kaya ini jadi terasa sangat mengganggu. Maxx bukanlah malaikat, tapi dia juga bukan setan. Dia sekadar pria biasa-biasa saja, yang senang bicara, sombong, dan puas diri. Dia selalu mengganggu Kapten Haddock. Dengan sifatnya yang selalu gembira, Maxx ikut menerangi hidup kita. Jagoan mengobrol itu sebenarnya membutuhkan keamanan ganda dari ikat pinggang dan penahan celana sekaligus. Mari, kata Paman Anatole, kenali lebih jauh Pietro Maxx!
#11
Mueller
2010
J.W. Mueller adalah tipe penjahat yang kejam, berbahaya, dan sadis. Dia sama sekali tidak punya belas kasihan. Namanya yang berbau Jerman berarti "penggiling", tapi tidak seperti penggilingan padi yang menguntungkan, Mueller hanya menghasilkan kekacauan. Seperti penjahat besar lainnya, dia memiliki bakat dalam banyak bidang. Dia pandai menyamar dengan berganti-ganti memakai kumis dan janggut. Mueller selalu sulit dikenali! Pernah menjabat sebagai dokter rumah sakit jiwa di Inggris, dia menggunakan profesinya itu untuk menyingkirkan saksi-saksi perdagangan uang palsu dunia. Kita bertemu lagi dengannya di Khemed, saat bandit ini memakai identitas Profesor Smith. Dia berpura-pura menjadi arkeolog, sementara sebenarnya dia komandan tentara bayaran Bab El Ehr. Beberapa tahun kemudian, dia muncul lagi sebagai Mull Pacha, komandan tentara bayaran dan agen rahasia yang melayani kepentingan negara asing. Begitu jahatnya dirinya sehingga dia tidak ragu menculik Abdallah, "harta karun kecil" Emir Mohammed Ben Kalish Ezab.
#12
Profesor Lakmus
2007
This is one in a series of books dedicated to Tintin characters. Professor Calculus is an eccentric romantic, visionary, absent-minded, and a little hard of hearing. Tintin waited the best part of 15 years to meet him and then, initially at least, neither the reporter nor Captain Haddick wanted anything to do with him.
Author
Michael Farr
Author · 17 books