
Yogyakarta sebagai kota sejarah berkelas dunia, mungkin belum banyak disadari oleh banyak pihak, terutama warga kotanya sendiri. Kesadaran bahwa lingkungan tempat kita menghirup udara keseharian merupakan sebuah kawasan yang dipenuhi jejak sejarah kebudayaan, merupakan modal awal bagi semua pihak untuk tetap menjaga kelestarian kota ini. JEjak sejarah tersebut menapak dalam berbagai bentuk penanda kota. Tak hanya fisik, namun juga berbagai warisan tradisi. Realitas ini telah menjejak, salah staunya berupa nama wilayah yang menggambarkan kondisi wilayah tersebut secara filosofi, sejarah, tatanan sosial, maupun vegetasi di masanya. Ini dikenal dengan toponim.
No contributors found for this work.