
Ditengah maraknya tren penulisan fiksi yang kian berkutat pada cerita-cerita dan permasalahan remaja kota besar,Damhuri Muhammad tetap setia menjelajah inspirasi sastranya dari pergulatan hidup di udik. Dari legenda tentang manusia anjing, jimat sakti preman pasar, cinta terlarang,jurus silat, dan korupsi yang berurat sampai ke pelosok, Damhuri menunjukkan bahwa ditengah gempuran modernitas yang memabukkan, orang-orang biasa tetap membawa dalam diri mereka jejak-jejak masa lalu yang tak terhapuskan.