
Cinta adalah ketulusan, kesetiaan, dan kesungguhan. Dengan cinta, segalanya terasa mudah sekaligus indah. Begitulah, cinta telah membingkai hari-hari Rachel demikian riuh rendah. Hanya, terkadang rasa iri, benci, dan amarah hilir mudik mengoyak, bahkan mencabik bingkai-bingkai cinta hingga retak dan beserpihan. Ketika cinta itu hadir kembali bersama luka yang menganga, akankah Rachel sanggup mempertahankan keagungan cintanya, dan menyemainya hingga bersemi indah? Ataukah, malah mengacuhkan dan melupakannya?