Ditulis karena terinspirasi aksi bakar diri seorang pemuda Tunisia, kisah ini diawali dan diakhiri dengan api. Novela ini menggambarkan hari-hari menjelang si pemuda membakar diri, sebuah aksi yang kemudian memicu pemberontakan di negaranya. Ben Jelloun menggiring pembaca untuk membayangkan pengalaman dan keputusasaan pemuda-pemuda lainnya di luar Tunisia yang telah mengalami kekerasan fisik dan penganiayaan di bawah pemerintahan yang lalim.