Margins
Margins
548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
hello@margins.app
·
+1 (650) 223-5283
Privacy Policy
·
Terms of Use
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved
#Darklit
#Darklit
Series · 6 books · 2014-2015
By
Donna Widjajanto
,
Ayu Dipta Kirana
,
Dannie Faizal
, and more
Books in series
#1
Stalker
2015
Hari-hari Khila tak sama lagi sejak rumahnya pindah menjauhi sekolah. Semua jadi berantakan! Waktu dan tenaganya habis di jalan. Tugas-tugas sekolah terbengkalai, hubungan dengan sahabat dan gebetan juga memburuk. Satu-satunya hal menyenangkan buat Khila saat ini adalah Leon. Cowok yang dikenalnya dari sharing taksi ini membuat Khila mensyukuri jauhnya rumah dari sekolah. Leon ganteng dan super-perhatian, nggak seperti Saka, gebetan Khila yang tak kunjung menyatakan perasaannya. Tapi, apa Leon memang sebaik yang Khila duga? Sebuah tragedi yang memicu adrenalin Khila mulai menyingkap hal sebenarnya. Perasaan deg-degan karena bahagia sedikit demi sedikit berubah menjadi ketegangan. Sejak itu, teror menakutkan terus-menerus menyerang Khila. Ia tak lagi punya tempat aman untuk berlindung, bahkan di rumahnya sendiri!
#2
Mimpi Padma
2015
Rania Padmadewi adalah mahasiswi jurusan Arkeologi yang harus mengulang mata kuliah Purbakala Hindu-Buddha untuk ketiga kalinya. Dia sudah dua kali mendapat nilai D. Bu Ajeng, pengampu mata kuliah itu sepertinya memang ada sentimen tertentu kepada Padma. Namun, di semester ini kelas itu diajar oleh asisten dosen Bu Ajeng, Haga. Tentu saja ini membuat Padma gembira: dia tidak akan bertemu Bu Ajeng, plus diajar oleh orang setampan Haga! Haga dengan cepat menjadi idola banyak wanita di jurusannya. Sebuah kesempatan emas datang bagi Padma saat Mas Jarwo, seorang dosen lain memintanya membantu mendokumentasikan hasil temuan penggalian. Ternyata Haga menjadi partnernya. Padma jadi punya alasan untuk bertemu Haga lebih sering. Tidak hanya itu, Padma punya sesuatu untuk mengalihkan pikiran dari mimpi buruk yang belakangan ini selalu menghantuinya. Namun, sosok Haga ternyata menyimpan sebuah misteri, dan misteri itu ternyata berhubungan dengan mimpinya
#3
Hilang
2014
Peluh gadis itu menderas. Derap kakinya tergesa menjejak tanah. Dibalut ketegangan yang mencekam, gadis itu terus berlari. Entakan langkah kaki terdengar semakin jelas di belakangnya. Memburu. Dengan napas payah, ia mempercepat larinya. Kenapa ia harus menjadi buron? Inikah akibat perbuatannya selama ini? Karena mendua? Takut dan kebingungan menguasai gadis itu. Bayangan-bayangan mengerikan berputar di rongga kepalanya. Tiba-tiba ia terperosok ke dalam gorong-gorong setinggi betis. Penuh lumpur hitam pekat berbau tajam. Inikah saatnya tamat? Ketika sedang berusaha keluar dari sana, tangan-tangan pejal itu membungkam mulutnya. Di tempat sesepi ini, tanpa seorang pun tahu. Hilang.
#4
Kosong
2015
Jalanan ini sangat lengang. Kudengar suara langkah kaki di belakangku. Kupercepat langkahku dan tak mau menoleh ke belakang. Tunggu. Suara apa lagi itu? “Mati…gelap…dingin.” Tidak. Jangan lagi. Rintihan itu terdengar familier. Tiba-tiba sosok itu muncul di hadapanku. Wajah pucat, rambut kusut, dan pakaiannya lusuh. Kakinya tidak menapaki tanah. Tubuhku membatu seketika. Diakah itu? Kali ini aku melihatnya dengan jelas. Mendekat, semakin rapat. Tangannya hendak mencengkeram kepalaku. Matanya berpendar putih, menyeramkan. Apa yang sebenarnya dia inginkan dariku? Aku tidak merasa pernah melakukan kesalahan. Kenapa dia terus menghantuiku? Tangannya sudah menjangkau leherku, sebentar lagi aku mati tercekik. Tolong!!!
#6
Salon Tua
2015
Meski Mama telah menyulap rumah tua itu menjadi salon sekaligus hunian yang layak ditinggali, sejak awal Elena menyadari ada yang tidak beres. Rumah itu menyimpan misteri. Elena sering mendengar suara-suara ganjil dari kamar sebelahnya, yang kosong. Bau tak sedap juga menguar dari situ. Dan, betapa kagetnya Elena ketika sosok itu datang menghampirinya. Gadis berambut panjang dengan muka rusak mengerikan. Apa ini ada hubungannya dengan musibah kebakaran dan pembunuhan yang konon terjadi di rumah itu 20 tahun yang lalu? Rumah semakin diliputi hawa mencekam sejak Mama memperkerjakan dua karyawan di salonnya. Keganjilan demi keganjilan mengusik Elena setelah itu. Hingga puncaknya,pelanggan-pelanggan salon Mama menghilang, lalu ditemukan beberapa hari kemudian dalam keadaan tewas mengenaskan, dan… tanpa rambut!
#7
Nyawa
2015
Suara-suara itu, selalu datang tiap malam. Melenguh, seakan kesakitan. Tak hanya itu, suara rengekan anak kecil juga terselip diantara daun pintu kamarku. Belum lagi, nenek kakek yang suka datang ke rumah kos ini. Puncaknya, aku merasakan sesak saat seseorang mencekik leherku di saat tidur. Ini malapetaka. Apa yang tengah terjadi di rumah kos ini?
Authors
Donna Widjajanto
Author · 5 books
Ayu Dipta Kirana
Author · 1 book
Dannie Faizal
Author · 7 books
Ade Igama
Author · 1 book
Christina Juzwar
Author · 12 books
Vinca Callista
Author · 12 books