Margins
Dialog book cover
Dialog
2005
First Published
3.83
Average Rating
325
Number of Pages

Dialog mengumpulkan tigapuluh tahun artikel koran Umar Kayam, dari 1969 sampai 1999. Di karangan-karangan nonfiksi yang kebanyakan berbentuk esai dan reportage singkat ini, Umar Kayam menunjukkan sisi lain dari yang dia tunjukkan dalam cerpen, novel dan terutama kolom Mangan Ora Mangan Kumpulnya. Hatinya tetap Jawa, tapi kali ini penanya lebih tidak sabar mengeluarkan kritik-kritik dari kepala yang dipenuhi dengan teori-teori Barat tentang kitsch, pendidikan, wayang, teater, seni lukis, film, sastra, televisi, taksi, jam karet, dan masih banyak lagi. Masih dengan semangat kemulticendekiawanan yang dulu menjamur di Indonesia (lihat juga Asrul Sani, Mochtar Lubis, Soekarno), tapi sekarang sudah jarang ditemui, dan dengan gaya yang ringan, bercanda tapi serius dan nyelekit. Yang membuatnya seakan-akan ada di hadapan anda pembaca, mendongeng dan berdialog. Selain bisa mengikuti perubahan gaya menulis Umar Kayam selama tigapuluh tahun, dengan Dialog anda juga dapat mengamati kemajuan (dan kemunduran!) dunia Indonesia yang dia ceritakan. Dan Dialog, tidak seperti kebanyakan buku nonfiksi yang diterbitkan di Indonesia, dilengkapi dengan indeks lengkap (bukan hanya indeks nama saja) yang akan membantu anda menemukan lagi apa tadi yang sudah anda baca tapi sekarang sudah lupa ada di halaman berapa.

Avg Rating
3.83
Number of Ratings
69
5 STARS
30%
4 STARS
32%
3 STARS
28%
2 STARS
10%
1 STARS
0%
goodreads

Author

Umar Kayam
Umar Kayam
Author · 14 books

Many predicate have been given to Umar Kayam. He was a writer, lecturer, bigscreen artist. Most of his time was spended as a lecturer at Gadjah Mada University, Yogyakarta. Bibliography: * Sri Sumarah (Pustaka Jaya, 1975) * Para Priyayi (Pustaka Jaya, 1992) * Jalan Menikung/Para Priyayi 2 (Pustaka Jaya, 2002)

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved