
Part of Series
Cerpen "Dodolitdodolitdodolibret" karya Seno Gumira Ajidarma yang menjadi Cerpen Terbaik Kompas 2010, mengisolasi siratan pesan tentang pluralitas makna kebenaran religius. Bahwa kita jangan mudah mengklaim agama kita sendiri paling benar dan menganggap sesat agama lain, dan jangan pula gampang menganggap pemahaman kita sendiri tentang agama kita sebagai yang paling benar di antara pemahaman lain yang dimiliki saudara-saudari seagama kita. "Agama pada hakikatnya adalah makna, pemaknaan, yang muncul dari pengalaman," kata Huston Smith. Mayoritas Cerpen Pilihan Kompas 2010, seperti kecenderungan umum cerpen-cerpen Kompas selama ini, memperdengarkan derau isu-isu sosial aktual yang biasa tampil di rubrik berita dan opini media massa, seperti penggusuran dan teror bom (Ikan Terbang Kufah karya Triyanto Triwikromo), penggusuran dan krimininalisasi minoritas (Pengunyah Sirih karya S Prasetyo Utomo), korupsi (Menjaga Perut karya Adek Alwi), konflik rakyat vs industrialis (Ada Cerita di Kedai Tuak Martohap karya Timbul Nadeak), penindasan dan kekerasan terhadap perempuan (Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara karya Ni Komang Ariani), (Sonya Rury karya Indra Tranggono), ekses dekadensi moral (Ordil Jadi Gancan karya Gde Aryantha Soethama).
Authors

Seno Gumira Ajidarma is a writer, photographer, and also a film critic. He writes short stories, novel, even comic book. He has won numerous national and regional awards as a short-story writer. Also a journalist, he serves as editor of the popular weekly illustrated magazine Jakarta-Jakarta. His piece in this issue is an excerpt from his novel "Jazz, Parfum dan Insiden", published by Yayasan Bentang Budaya in 1996. Mailing-list Seno Gumira fans: http://groups.yahoo.com/group/senogum...

Triyanto Triwikromo (lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 15 September 1964; umur 50 tahun) adalah sastrawan Indonesia. Redaktur sastra Harian Umum Suara Merdeka dan dosen Penulisan Kreatif Fakultas Sastra Universitas Diponegoro Semarang, ini kerap mengikuti pertemuan teater dan sastra, antara lain menjadi pembicara dalam Pertemuan Teater-teater Indonesia di Yogyakarta (1988) dan Kongres Cerpen Indonesia di Lampung (2003). Ia juga mengikuti Pertemuan Sastrawan Indonesia di Padang (1997), Festival Sastra Internasional di Solo, Pesta Prosa Mutakhir di Jakarta (2003), dan Wordstorm 2005: Nothern Territory Festival di Darwin, Australia. Cerpennya Anak-anak Mengasah Pisau direspon pelukis Yuswantoro Adi menjadi lukisan, AS Kurnia menjadi karya trimatra, pemusik Seno menjadi lagu, Sosiawan Leak menjadi pertujukan teater, dan sutradara Dedi Setiadi menjadi sinetron (skenario ditulis Triyanto sendiri). Penyair terbaik Indonesia versi Majalah Gadis (1989) ini juga menerbitkan puisi dan cerpennya di beberapa buku antologi bersama.


