
Antologi sajak Bagus Dwi Hananto (Bagus Burham) bertiti mangsa 2009-2014. .................. misalkan kita berjalan di ruang kolonial, maukah kau atau aku, atau mungkin kita, membawa diri untuk memenangkan pertarungan lewat darah dan tinta? meski cinta pada akhirnya cuma diingat lewat nama kita berbaring untuk sekian masa menunggu hari akhir zikir malam pecah seperti biji tasbih yang terlempar ................ (dalam sajak Di Makam Sosrokartono)