
Kopenhagen, tahun 2151 Sebagai seorang ratu, Lilja Persephassa tahu bahwa perdamaian selalu punya harga. Ia siap membayar harganya, meski dengan nyawanya. Saat ia mendapatkan kesempatan kedua, ia mendapati dirinya tak lagi sendirian.... Ia didampingi oleh sesosok dewa alam kematian yang angkuh dan arogan, juga seorang asisten yang telah mati.