Margins
Indonesia Jungkir Balik book cover
Indonesia Jungkir Balik
2012
First Published
3.50
Average Rating
204
Number of Pages

Duka-tawa. Haru-malu. Puji-ironi. Beragam ekspresi cinta untuk bangsa. Inilah Indonesia dari berbagai kacamata. Antologi sepuluh tulisan tentang Indonesia dari berbagai sisi. Soal pendidikan, moral, budaya, sampai hal-hal kecil dalam keseharian dibahas dengan gaya yang berbeda-beda: lucu, kritis, reflektif, ironis. Indonesia dengan beragam permasalahannya, tapi masih menyisakan harapan untuk bangkit.

Avg Rating
3.50
Number of Ratings
56
5 STARS
14%
4 STARS
34%
3 STARS
43%
2 STARS
5%
1 STARS
4%
goodreads

Authors

Boim Lebon
Boim Lebon
Author · 31 books
Boim Lebon. Itu nama topnya, sedang KTP-nya Sudiyanto. Dilahirkan 17 Juli dengan perasaan girang oleh ibunya. Pernah kerja jadi script writer drama di Indosiar barengan Hilman Hariwijaya, dan sekarang mangkal di RCTI jadi Head Writer Drama. Salah satu karya sinetronnya ("Donna Sang Penyamar" ditayangkan di ANTV) masuk seleksi Festival Sinetron Indonesia 1996 dalam kategori sinetron komedi seri terbaik. Bocah imut (item mutlak) ini juga pernah bikin Lenong Bocah di TPI, sedangkan di RCTI dia lagi bikin sinetron Dua Sisi Mata Uang, Tauke Tembakau, Aku Bisa Mencintaimu, dan sinetron ABC&D (Jendela Dunia)!
Prie GS
Prie GS
Author · 6 books

Supriyanto atau lebih dikenal dengan nama populernya yaitu Prie GS (Prie Great Spirit), lahir di Semarang pada tanggal 2 Februari 1965. Ia menyelesaikan sekolah menengahnya di SMA PGRI Kendal, kemudian melanjutkan studi perguruan tinggi pada Program Diploma III Seni Musik IKIP Semarang. Tetapi saat ini ia lebih dikenal sebagai seniman dan budayawan. Pada tahun 1987 bergabung dengan harian Suara Merdeka sebagai kartunis. Dalam dunia kartunis, beberapa kali ia menjadi pemenang lomba kartun, baik nasional maupun internasional. Prie GS juga pernah diundang Japan Foundation untuk pameran dan berdiskusi tentang kartun di Tokyo, Jepang. Selain itu, ia juga memperdalam ilmu jurnalistiknya di Lembaga Pers Dr. Sutomo Jakarta. Beberapa karya berupa buku yang telah ditulisnya antara lain, Nama Tuhan di Sebuah Kuis (Solo, 2003) dan Merenung Sampai Mati (Solo, 2004). Di pertengahan tahun 2005, Prie GS mengeluarkan tiga karyanya; More Than Love (novel remaja), Just for Love (novel remaja), dan Mari Menjadi Kampungan (catatan harian seorang budayawan). Jauh sebelum menulis buku, Prie GS sudah dikenal sebagai kolumnis. Tulisan-tulisan kolomnya sering dimuat di beberapa media, di antaranya Surat Kabar Harian Suara Merdeka dan Tabloid Keluarga Cempaka Minggu Ini. Selain menulis karya, sehari-hari Prie GS adalah Pimpinan Redaksi Tabloid Keluarga Cempaka Minggu Ini yang masih seinduk dengan Suara Merdeka Group. Ia juga menjadi penulis Skesa Indonesia dan Smartorial sebagai salah satu tajuk dalam Radio Smart FM, Host Obrolan Simpang Lima di TVRI, Walikota Silaturahmi di TV Borobudur. Prie GS juga dikenal sebagai mentor emosional, yang sering diminta memberikan dorongan secara emosi dan membangun mental kalangan yang menekuni dunia entrepreneur agar bangkit dan tidak menyerah. Dengan beberapa pengusaha Semarang, ia juga mendirikan wadah komunitas para 40 pelaku dunia usaha yang bernama Senity (Smart Entrepreneur Community). Saat ini, Prie GS, sedang menyiapkan film komedi parodi satir politik yang bertajuk Negara Kata-Kata untuk dipublikasikan. Intensitas pertemuannya dengan banyak komunitas membuatnya kaya akan pengalaman menghadapi berbagai macam jenis orang dengan kepribadian yang bermacam-macam pula. Hal tersebut secara langsung memberikan pelajaran-pelajaran berharga baginya sehingga mendorong kematangan emosinya. Saat ini ia menetap di kota yang amat dicintainya, Semarang.

Adhitya Mulya
Adhitya Mulya
Author · 16 books

Adhitya Mulya (Adit) aspires to be a story-teller. At early age, Adit learned and enjoyed story telling thru visual mediums like movies and drawings. This, inspired little Adit to take up drawing as a child, and later photography in his teen years. As a young adult, Adit tries to expand his storytelling medium thru novels. Jomblo (2003) is his first novel (romantic comedies) and was national best-seller - and later made into a movie by the same title (2006). He went on to write another rom-com novel Gege Mengejar Cinta (2004). Adit uses novels as a medium to try new genres. Travelers Tale (2007) was the amongst the first Indonesian fiction novels with traveling theme before becoming mainstream in Indonesia. Mencoba Sukses (2012) was his effort to try on horror-comedy which later found, not working very well. He released Sabtu Bersama Bapak (2014), a family themed novel which again became national best seller, well received, and also made its' way into motion picture (2016). His latest novel, Bajak Laut & Purnama Terakhir (2016) - is his effort in learning how to make a thriller-history novel. Adit's passion towards storytelling branches out from drawing, photography to novel and move scripts, which amongst other are, Jomblo (2006) Testpack (2012) Sabtu Bersama Bapak (2016) Shy-Shy cat (2016).

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved