Kota Atro dipenuhi lalu lalang mobil terbang yang melintas dengan kecepatan maksimal. Di bawahnya, orang-orang sibuk berkejaran melewati waktu, agar sampai ke kantor mereka bekerja. Orang-orang di sini seperti tidak memiliki ekspresi akan ke-panikan atau ketergesaan. Semua serba monoton. Gerak mereka berjalan sangat rapi dan teratur. Mereka seperti hewan yang videonya ditayangkan di Museum Kenangan. Orang masa lalu menyebutnya Camar. Menengok ke kiri bebarengan; menengok ke kanan juga bebarengan. Semua serba teratur dan harmonis. Jika kau lihat dari atas, di lintas layang, semua seperti titik abu-abu yang seakan berarak ke sebuah pusat.