
Sesuai dengan pesan ayahnya sebelum meninggal, Nony hijrah ke rumah keluarga Maryono, teman akrab ayahnya semasa muda. Tentu saja hal itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan baginya, meskipun keluarga Maryono tergolong keluarga yang berada. Greggy, putra sulung keluarga Maryono, selalu sinis terhadapnya, membuat Nony merasa kehadirannya tidak diharapkan di rumah itu. Terlebih lagi sikap Martia, pacar Greggy yang selalu iri akan kesederhanaan Nony. Jika tidak karena keramahan Grace, adik Greggy, mau rasanya Nony meninggalkan rumah itu. Nony mencoba bertahan, tapi lama-lama dia tidak kuat juga. Akhirnya dia meninggalkan rumah itu... Yang mengherankan, Greggy amat terpukul dengan kepergian Nony.