
Dalam novel ini Putu Wijaya bukan sekadar berkisah tentang orang yang berbicara dengan pohon. Bukan sebuah dunia fantastis yang serba aneh di negeri antah berantah. Lebih tepatnya ia berkisah tentang seorang lelaki bernama Warno yang percaya bahwa ia bisa berbicara dengan pohon. tidak cuma itu, Warno sesekali meragukan kemampuannya sendiri berbicara dengan pohon. Sesekali ia merasa gagal memahami pernyataan pohon-pohon itu. dan juga bagaimana orang-orang disekitarnya menanggapi hal itu. Putu Wijaya adaah salah seorang penulis Indonesia yang paling awal menertawakan habis-habisan dikotomi. Ia tidak mencoba beraneh-aneh. Dengan berkisah secara lancar dan encer, ia membeberkan sebuah pandangan yang beberapa tahun kemudian dirumuskan dengan susah-payah oleh para ahli kebudayaan (Ariel Heryanto)