
C'era una volta la casa di una nonna, su un lembo dell'isola di Sumatra. Tre nipoti – Mutiara, Maya e Annisa – la esplorano come un luogo traboccante di misteri, pentoloni anneriti, vecchie fotografie e un pozzo proibito. Certe notti si può udire il lamento della kuntilanak, la morta vestita di bianco che non riesce a trovare pace. La nonna Victoria, la donna tigre, consegnerà alle ragazze il loro destino, sotto forma di una la prima diventerà la custode, la seconda viaggerà e la terza sarà una bellissima sposa. Diventate grandi, le tre sorelle saranno riunite da una tragedia. Da lì, il sipario si apre su una galleria di fantasmi, soprattutto interiori, di incantesimi da infrangere e rivoluzioni da innescare. Come un angelo della vendetta, una sorellastra torna dal passato per scuotere le ultime certezze rimaste. Nelle atmosfere gotiche di questo romanzo si riverberano gli echi del passato coloniale e la coscienza di una femminilità tra la provincia di Lampung, Jakarta e New York, si muovono donne che non vestono i panni di Cenerentola, ma provocano scompiglio, cambiamento o morte.
Author

Intan Paramaditha menulis buku Sihir Perempuan, kumpulan cerita pendek yang masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award pada tahun 2005; Kumpulan Budak Setan (2010), sebuah tribut untuk penulis horor Abdullah Harahap yang ditulis bersama Eka Kurniawan dan Ugoran Prasad; naskah drama Goyang Penasaran (Intan Paramaditha & Naomi Srikandi, ed, KPG 2013), diadaptasi dari cerpennya dan dipentaskan oleh Teater Garasi di Yogyakarta dan Teater Salihara, Jakarta. Ia mendapat penghargaan sebagai cerpenis terbaik Kompas 2013 lewat cerpen "Klub Solidaritas Suami Hilang." Pada tahun 2017 ia menerbitkan Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu, novel dengan alur beragam yang terpilih sebagai karya sastra bidang prosa terbaik pilihan Tempo 2017. Karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan Harvill Secker (Penguin Random House UK) dengan judul Apple and Knife dan The Wandering. Intan Paramaditha juga seorang akademisi, banyak menulis tentang gender dan seksualitas serta kajian budaya, khususnya film. Ia mendapat gelar doktor dalam bidang Kajian Sinema dari New York University setelah sebelumnya mendalami sastra Inggris di Universitas Indonesia dan University of California San Diego. Saat ini ia tinggal di Sydney dan mengajar Kajian Media dan Film di Macquarie University.