
Buku jilid kedua ini berisi informasi penerjemahan Alkitab tahun 1900-1970. Periode ini ditandai dengan kemandirian beberapa gereja lokal, perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, dan semakin berperannya orang Indonesia dalam proses penerjemahan. Dalam periode ini lahir sejumlah terjemahan baru, sedangkan beberapa terjemahan lama mengalami revisi yang dalam prosesnya melibatkan sinode gereja setempat.