
Tsauban seorang pembantu nabi, suatu hari nampak sangat bersedih dan wajahnya murung sekali. Kemudian Rasulullah bertanya, kenapa Tsauban? Lalu Tsauban berkata dengan nada penuh iba. "Jika engkau wafat nanti, duhai nabi Engkau akan diangkat ke surga oleh Yang Mahatinggi, kemudian engkau akan dikumpulkan dengan setiap para nabi. Sementara aku hanya pembantu sederhanamu. Mungkinkah kita bertemu lagi?" Tsauban sudah merindukan nabi bahkan saat dia belum berpisah lagi. Tsauban takut tak akan berjumpa lagi, meski saat itu masih bersama beliau! Lalu Rasulullah mendoakan Tsauban memasuki surga dan berkumpul kelak bersama Rasulullah. Duhai Rasulullah, kami juga ingin bersamamu, mungkinkah?