Buku puisi ini terbit untuk menjelaskan ketakselesaian bersastra. Kritikus dan publik sastra terus memberikan perhatian bag “kelanjutan” pesona puisi dari pujangga berasal dari masa 1940-an. Usia menua, tetapi puisi-puisi terus ditulis dan berkelimpahan. Sitor Situmorang menautkan diri ke masa silam dan situasi mutakhir melalui puisi berjudul Wajah Ch. A. Puisi itu mengandung penjelasan gairah sastra: Dunia rindu arti,/ ingin ditangkap dalam kata/ puisi/ hidup yang nyata... memberi/ dan menerima hidup/serupa polion di ladang/ serupa burung terbang/ di dalam kenyataan/ dan kebebasannya.