Margins
Rahasia Imperia book cover
Rahasia Imperia
2014
First Published
4.11
Average Rating
432
Number of Pages

Part of Series

Novel kedua dari trilogi Ilusi Imperia, Rahasia Imperia, dan Coda Imperia. Setelah misteri pembunuhan pengacara kontroversial Rangga Tohjaya terungkap di pelataran Patung Imperia, Konstanz, Jerman (Ilusi Imperia), tersiar kabar sang diva Melanie Capricia—MC—ditemukan tewas di kawasan dekat Masjid Yavuz Sultan Selim, Mannheim; sementara Adelia Sukmono, manajer MC, mati di daerah wisata Lindenhof, Zrich, pada hari yang sama. Keduanya sosok kunci dalam kasus Rangga. Pembunuhan beruntun itu membuat reporter majalah Dimensi, Wikan Larasati, tak bisa pulang ke tanah air seperti rencana semula, karena kantornya menugaskan liputan lanjutan. Sebagai orang yang terakhir bertemu dengan MC dan Adel, Wikan harus berurusan dengan kepolisian setempat. Untunglah wartawati senior Meiske Tjondronegoro-Zimmerman—yang sedang di Eropa untuk liputan lain—turun tangan membantunya. Tercium indikasi keterlibatan Mafia Albania dan Neo-Nazi. Pemimpin kedua kelompok radikal itu berjulukan Sang Pemikir. Dalam jaringan global Sang Pemikir ada nama-nama penting di Indonesia yang berulang kali menggangsir benda purbakala berharga. Penelusuran ini membuat Wikan Larasati nyaris menemui ajal di Istanbul, terlibat dalam operasi Interpol, dan terpaksa kembali ke pelataran Imperia.

Avg Rating
4.11
Number of Ratings
35
5 STARS
37%
4 STARS
43%
3 STARS
17%
2 STARS
0%
1 STARS
3%
goodreads

Author

Akmal Nasery Basral
Akmal Nasery Basral
Author · 10 books

Akmal Nasery Basral adalah wartawan dan sastrawan Indonesia. Kumpulan cerpen pertamanya Ada Seseorang di Kepalaku yang Bukan Aku (2006) yang terdiri dari 13 cerpen termasuk long-list Khatulistiwa Literary Award 2007. Dia menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Sosiologi Universitas Indonesia. Saat ini tinggal di Cibubur, Bekasi, bersama istri, Sylvia, dan ketiga putri mereka, Jihan, Aurora, Ayla. Sebagai wartawan ia pernah bekerja untuk majalah berita mingguan Gatra (1994-1998), Gamma (1999), sebelum bekerja di majalah Tempo (2004-sekarang). Ia juga pendiri dan pemimpin redaksi majalah tren digital @-ha (2000-2001), serta MTV Trax (2002) yang kini menjadi Trax setelah kerjasama MRA Media Group, penerbit majalah itu, dengan MTV selesai Sebagai sastrawan ia termasuk terlambat menerbitkan karya. Baru pada usia 37 tahun, novel pertamanya Imperia (2005) terbit, dilanjutkan dengan Ada Seseorang di Kepalaku yang Bukan Aku (2006), serta Naga Bonar (Jadi) 2 (2007), novel dari film box-office berjudul sama yang disutradarai aktor kawakan Deddy Mizwar. Di luar minatnya pada bidang jurnalistik dan sastra, Akmal Nasery Basral juga dikenal sebagai pengamat musik dan film Indonesia. Ia termasuk anggota awal tim sosialisasi Anugerah Musik Indonesia. Ketika sosialisasi terhadap penghargaan utama bagi insan musik Indonesia ini dilakukan pada 1997, kalangan jurnalis diwakili oleh Akmal dan Bens Leo. Pada pergelaran AMI ke-10 (2006), Akmal ditunjuk sebagai ketua Tim Kategorisasi yang memformat ulang seluruh kategorisasi penghargaan. Di bidang perfilman Akmal menjadi satu dari lima juri inti Festival Film Jakarta ke-2 (2007), bersama Alberthiene Endah, Ami Wahyu, Mayong Suryo Laksono, dan Yan Widjaya.

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved