Margins
Raja dan Batu Langit book cover
Raja dan Batu Langit
Cerpen Pilihan KOMPAS 2024
2025
First Published
3.67
Average Rating
133
Number of Pages

Yang mula-mula terasa saat membaca cerpen-cerpen Kompas ini adalah napas yang sama, yakni manusia mengukur luka. Luka pada tanah, pada tubuh, pada rumah, pada waktu. Lalu, berharap ada yang pulih. Barangkali sebab itu tokoh-tokoh dalam cerpen-cerpen ini kerap menoleh ke yang lebih besar daripada dirinya. Mereka itu seekor buaya penunggu muara, gunung yang dibalut mitos, negara yang bising, atau sejarah yang tak selesai. Kita melihat manusia menata yang rapuh dengan bahasa yang terbatas. Membaca 17 cerpen ini kita seperti berjalan dalam pasar malam yang ramai, tiap sudut mengajukan suara, aroma, dan dentuman sendiri. Dari satu stan kita mencium asap sate; dari stan lain suara gamelan; di ujung, seorang anak menjual mainan plastik yang berderit, sementara tak jauh, seseorang membacakan ayat. Begitu juga dunia cerpen ini, gaya realisme yang pekat bersisian dengan realisme magis, absurditas bercampur dengan rilisisme, politik getir bersebalahan dengan humor pedesaan. Dengan demikian, 17 cerpen ini sebenarnya merepresentasikan spektrum pluralisme genre sastra Indonesia kontemporer, dari realisme sosial, realisme magis, lirisisme intim, satire-absurd, alegori politik, hingga tragedi eksistensial. 17 Cerpen Tersebut: 1. Lelucon Musim Hujan; A. Muttaqin 2. Mudik ke Kuburan; Agus Noor 3. Komando Malam Itu; Ahmadul Faqih Mahfudz 4. Rumah Telinga; AK Basuki 5. Musim Semi di Kisufim Road; Benny Arnas 6. Raja dan Batu Langit; Bre Redana 7. Bakiak-Bakiak Maksum; Hasan Al Banna 8. Pindah Rumah; Mashdar Zainal 9. Mata Celurit; Muna Masyari 10. Giri Tonhlangkir; Ni Wayan Wijayanti 11. Sepuluh Kejadian; Ranang Aji SP 12. Rahasia Teh Hangat Warung; Rizqi Turama 13. Bila Lelah; Sasti Gotama 14. Merebut Tanag; Supartika 15. TIga Kuburan; T. Agus Khaidir 16. Lara Lare; Tenni Purwanti 17. Yai; Windy Shelia Azhar

Avg Rating
3.67
Number of Ratings
9
5 STARS
0%
4 STARS
67%
3 STARS
33%
2 STARS
0%
1 STARS
0%
goodreads

Authors

Sasti Gotama
Author · 9 books

Sasti Gotama adalah seorang dokter yang mencintai aksara. Ia gemar mengintip sisi tergelap jiwa manusia dan melukiskannya dalam deretan karya. Karyanya telah dibukukan dalam Kumpulan Cerita Penafsir Mimpi (Indigo Publisher, 2019). Cerpen-cerpennya telah tersiar di media cetak dan media online Indonesia. Bukunya, Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam (Diva Press, 2020), masuk dalam 5 besar buku sastra pilihan Tempo 2020, menjadi nominee Penghargaan Sastra Badan Bahasa Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2021, dan pemenang I Hadiah Sastra “Rasa” 2022.

Tenni Purwanti
Tenni Purwanti
Author · 2 books
Tenni Purwanti is a reporter who has been based in Jakarta since 2011 until now. Her short story Joyeux Anniversaire* was selected by Kompas Short Story Anthology 2014. She is one of 16 Emerging Indonesian Writer at Ubud Writers and Readers Festival 2015.
Agus Noor
Agus Noor
Author · 26 books

Agus Noor, menulis banyak prosa, cerpen, naskah lakon (monolog dan teater) juga skenario sinetron. Beberapa buku yang telah ditulisnya antara lain, Memorabilia, Bapak Presiden yang Terhormat, Selingkuh Itu Indah, Rendezvous (Kisah Cinta yang Tak Setia), Matinya Toekang Kritik, Potongan Cerita di Kartu Pos. Karya-karya Agus Noor yang berupa cerpen juga banyak terhimpun dalam beberapa buku, antara lain: Jl. Asmaradana (Cerpen Pilihan Kompas, 2005), Ripin (Cerpen Kompas Pilihan, 2007), Kitab Cerpen Horison Sastra Indonesia, (Majalah Horison dan The Ford Foundation, 2002), Pembisik (Cerpen-cerpen terbaik Republika), 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2008 (Pena Kencana), dll. Menerima penghargaan sebagai cerpenis terbaik pada Festival Kesenian Yogyakarta 1992. Mendapatkan sertifikat Anugerah Cerpen Indonesia dari Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 1992 untuk tiga cerpennya: “Keluarga Bahagia”, “Dzikir Sebutir Peluru” dan “Tak Ada Mawar di Jalan Raya”. Sedang cerpen “Pemburu” oleh majalah sastra Horison, dinyatakan sebagai salah satu karya terbaik yang pernah terbit di majalah itu selama kurun waktu 1990-2000. Dan cerpen “Piknik” masuk dalam Anugerah Kebudayaan 2006 Departemen Seni dan Budaya untuk kategori cerpen.

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved