Margins
2017
First Published
4.06
Average Rating
352
Number of Pages

Tak ada yang indah saat bersekutu dengan kematian Sebab, sesudah mati adalah ketiadaan Aku berharap mendapati suaramu, yang dapat dikenali di padang luas Mahsyar Sebab, ke mana hati ingin melarikan diri? Reem masih ingin hidup sepuluh, dua puluh, bahkan lima puluh tahun lagi bila mungkin. Untuk belajar, melukis, menulis puisi, melintasi perbatasan Palestina, dan merawat anak-anak pengungsi di Jardine d'enfants. Tetapi, kematian telah mengintai dengan pertanyaan dan dunia menyuguhkan ketidakpastian. Setiap kali air mata jatuh, Reem seakan berdoa mengucapkan permintaan terakhir. Ia masih memiliki sisa umur, jadi ia masih boleh mengucapkan permohonan. Kasim pernah meyakinkannya, sekalipun ia tak punya rahim, ia masih bisa menjadi ibu dari anak-anak Palestina. Reem dan Kasim telah begitu banyak menjalani dialog demi dialog tentang peradaban dan masa depan. Di lorong-lorong kota-kota Maroko tempat mereka bertemu dan kisah cinta itu terpatri. Reem berharap dapat melukis sendiri jalan hidupnya. Tetapi, tak satu pun mengetahui takdir masing-masing. Akankah ia mendapatkan dambaan jiwanya? Atau ia takluk pada takdir yang menjadikannya bidadari yang didamba surga?

Avg Rating
4.06
Number of Ratings
62
5 STARS
32%
4 STARS
44%
3 STARS
23%
2 STARS
2%
1 STARS
0%
goodreads

Author

Sinta Yudisia
Sinta Yudisia
Author · 14 books
Penulis asal daerah poci Tegal ini, punya nama lengkap Sinta Yudisia Wisudanti. Penulis pernah kuliah di STAN Jakarta sampai tingkat II, mengaku aktivitas tulis menulisnya sebagai bentuk penyaluran dari hobinya berkorespondensi dan membaca. Tak heran kalau tulisan-tulisan fiksinya sangat beragam mulai melodrama, komedi, science fiction, historical fiction, sampai cerita-cerita perjuangan dengan latar dalam dan luar negeri yang kerap menghiasi berbagai media cetak, terutama majalah Annida.
548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved