
"Akulah petualangan yang mencari kebenaran. Akulah manusia yang mencari makna dan hakikat kemanusiannya di tengah manusia. Akulah patriot yang berjuang menegakkan kehormatan, kebebasan, ketenangan, dan kehidupan yang baik bagi tanah air di bawah naungan Islam yang hanif." (Hasan Al-Banna) Sosok dan teladan Syaikh Hasan Al-Banna telah menciptakan pusaran gelombang pemikiran dan perubahan yang mampu menginspirasi generasi demi generasi. Pusaran gelombang itu pula yang memengaruhi tokoh-tokoh utama dalam novel ini: Hasan si pemuda yang gegar identitas; Randy si aktivis dakwah militan; dan Cikal, seleb superstar yang terjebak dalam kubangan hedonisme. Di tengah romantika hidup mereka masing-masing, figur sang teladan dan pemikiran-pemikirannya menjadi jalan cahaya sekaligus mempertemukan mereka. Dilatari intrik multidimensi yang dibumbui konspirasi, pergolakan batin, hingga asmara, novel ini akan membawa Anda pada gelombang perubahan yang dipusarkan oleh sosok Imam Syahid, Hasan Al-Banna. "Tepat sekali kehadiran novel ini di tengah manusia negeri ini yang sedang galau. Lewat novel ini, Irfan mengajak kita untuk bekerja menghadapi realitas, bukan mengeluh dan melarikan diri darinya." - H. M. Anis Matta, Lc
Author

Muhammad Irfan Hidayatullah lahir di Tasikmalaya, 3 Maret 1973. Ia menyelesaikan pendidikan TK sampai SMA-nya di kota kelahirannya itu. Namun, setiap libur pendek maupun panjang, ia habiskan di rumah ayah-ibunya di tepi Pantai Pangandaran. Ia memang besar, selain dalam didikan ayah-ibu tercintanya, juga dalam asuhan kakek-neneknya di Tasikmalaya. Pada kultur dua ruang itulah (Tasikmalaya dan Pangandaran) ia tumbuh. Setelah selesai SMA, ia lantas menyelesaikan kuliah sarjananya di Jurusan Sastra Indonesia Unpad tempat ia sekarang bekerja sebagai dosen. Saat ini penulis tercatat sebagai mahasiswa S3 Pascasarjana Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI setelah pada tahun 2006 ia raih gelar magister Humaniora di tempat yang sama. Adapun karya-karya tertulisnya telah dibukukan sejak tahun 2000 sampai sekarang baik dalam bentuk antologi bersama karya bersama anggota Forum Lingkar Pena (FLP) lainnya dan essay akademis bersama dosen-dosen Fakltas Sastra Unpad, maupun dalam bentuk karya sendiri berupa kumpulan cerpen sampai kumpulan puisi, yaitu Kumpulan Cerpen: Dari Ruang Tunggu (DAR! Mizan, 2003), Kutunggu Kau di Mal (Zikrul Hakim, 2006), Jangan-Jangan Kau Bukan Manusia (Indiva, 2009). Novel: Dan Gue Bukan Robot (Lingkar Pena Publishing House, 2004), Cermin Retak (Dar MIzan, 2005), Diari Minni (GIP, 2006), Tabir (Sinergi, 2009). Kumpulan Puisi: Perjalanan yang Bulan (Pustaka Latifa, 2007). Kumpulan Kisah: Perempuan Bersayap Surga (Dar Mizan, 2007). Ada juga karya nonfiksinya berjudul My Wife My Princess; Trik Jitu Mencintai Istri Apa Adanya (GIP, 2009). Selain dalam bentuk buku artikel, esai, cerpen, dan puisinya pernah dimuat di media-media lokal maupun nasional: Pikiran Rakyat, Radar Bandung, Republika, Sabili, Annida, dll. Irfan juga pernah diberi kesempatan untuk mengasuh kolom Cakrwala di majalah Annida sejak 2007-2009. menulis esai di kolom Literary Zone majalah Girlyzone (2009). Selain menulis, ia juga kerap didaulat untuk menjadi redaktur jurnal ilmiah (Jurnal Musiologia (2008), Jurnal Metahumaniora (2009-2010)) dan majalah Ruang Makna (2011). Keseharian Irfan selain bekerja juga berkomunitas di Forum Lingkar Pena dan Komunitas Sabtu Buku. Adapun kreativitas bermusiknya ia salurkan melalui kelompok vokal (nasyid) Mupla yang ia dirikan bersama beberapa teman kuliahnya sejak 1995.