Margins
Sesat Pikir Para Binatang book cover
Sesat Pikir Para Binatang
Sehimpun Cerita
2016
First Published
3.47
Average Rating
175
Number of Pages

Terdiri atas 14 cerita, kumpulan cerpen ini menunjukkan sisi gelap kebinatangan manusia. Akan tetapi, di tengah-tengah kehidupan yang kian keras, liar, dan buas, mereka tetap berusaha menjadi manusia. Manusia yang ringkih dan fana. Ketika kau mendengarkan apa pun yang berada di kelas berubah menjadi aneka suara di kebun binatang, Almira telanjur mengasah taring dan kali ini, sepasang mata liarnya menembus mata Selma. Almira tampak ingin menggigit dan mengoyak-oyak leher Selma. (Serigala di Kelas Almira). Kutukan itu menguntitku: aku tak bisa mati, aku harus terus membunuh dan mengembara tak kunjung henti. Tentu saja aku harus melawan. Aku harus membunuh sang pengutuk - atau jika tidak bisa - aku akan melawan dengan bunuh diri. (Setelah Pembunuhan Pertama). "Piye, Su?" kata Bolonggrowong, perempuan yang seluruh tubuhnya berlendir itu, "Apakah kau masih jadi anjing jalanan/setelah membaca seluruh sumpah serapahku/apakah kau masih kudisan/dan makin menjauh dengan Gusti Allah-mu?" (Serat Bolonggrowong dan Buku-buku Lain yang Dibakar oleh Polisi Agama).

Avg Rating
3.47
Number of Ratings
36
5 STARS
19%
4 STARS
33%
3 STARS
31%
2 STARS
8%
1 STARS
8%
goodreads

Author

Triyanto Triwikromo
Triyanto Triwikromo
Author · 23 books

Triyanto Triwikromo (lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 15 September 1964; umur 50 tahun) adalah sastrawan Indonesia. Redaktur sastra Harian Umum Suara Merdeka dan dosen Penulisan Kreatif Fakultas Sastra Universitas Diponegoro Semarang, ini kerap mengikuti pertemuan teater dan sastra, antara lain menjadi pembicara dalam Pertemuan Teater-teater Indonesia di Yogyakarta (1988) dan Kongres Cerpen Indonesia di Lampung (2003). Ia juga mengikuti Pertemuan Sastrawan Indonesia di Padang (1997), Festival Sastra Internasional di Solo, Pesta Prosa Mutakhir di Jakarta (2003), dan Wordstorm 2005: Nothern Territory Festival di Darwin, Australia. Cerpennya Anak-anak Mengasah Pisau direspon pelukis Yuswantoro Adi menjadi lukisan, AS Kurnia menjadi karya trimatra, pemusik Seno menjadi lagu, Sosiawan Leak menjadi pertujukan teater, dan sutradara Dedi Setiadi menjadi sinetron (skenario ditulis Triyanto sendiri). Penyair terbaik Indonesia versi Majalah Gadis (1989) ini juga menerbitkan puisi dan cerpennya di beberapa buku antologi bersama.

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved