
Menikah itu mulia… Untuk tujuan mulia, caranya harus mulia juga, dong. Pakai jurus taaruf, deh… Dijamin proses nikahmu beda… lebih seru! Lengkapnya bisa kamu baca di buku ini. Selain akan memberimu gambaran yang lebih jelas tentang taaruf, kamu juga bakal dapat panduan komplit. Pengin tahu cara taaruf yang benar, menentukan kriteria calon suami atau istri, atau pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan saat taaruf, bahkan cara mengatasi kesedihan kalau taarufmu kandas di tengah jalan? Jangan lupa juga soal taaruf ganda… hati-hati lho! Semua dikupas tuntas, termasuk apa aja sih Do’s & Don’ts-nya, biar taarufmu tetap syari? Pastinya ini buku wajib buat kamu. Semua yang kamu perlu tahu tentang taaruf, ada di sini! Nikah tanpa pacaran itu asyik. Pertama, taaruf, agar kita bisa lebih mengenal calon pasangan. Lalu khitbah alias lamaran, dan setelah itu menikah deh. seperti yang saya alami proses seluruhnya hanya 3 bulan! Kini Alhamdulillah, saya dan suami sudah berumahtangga 12 tahun. (Helvy Tiana Rosa) Taaruf berjuta rasanya, berjuta juga grogi n bingungnya. Mesti ngapain, ya? Nanya apa, ya? Siapa bilang taaruf nggak butuh panduan? Hmm… buku ini bakal ngasih panduan keren buat kamu. Tak kenal maka taaruf, uhuii! (Rahmadiyanti, Redaktur Annida, Penyusun Buku “Nikah Sama Bule.”) Dengan taaruf, muslimah nggak digantung hubungan nggak jelas. Dan sekalipun taaruf belum berakhir di pelaminan, kehormatan muslimah tetap terjaga, insya Allah. (Asma Nadia) Nikah tanpa pacaran, asyik banget! Dengan tidak terlalu kenal sebelumnya, relasi bisa dimulai dengan persepsi NOL. So, kalau ada sedikit perilaku atau sifat yang kurang cocok, lebih mudah belajar memakluminya. Kalo ada yang 'sesuai selera', jadi seneeeeng banget'. (Jazimah Al Muhyi, Penulis Buku “Jangan Sembarang Nikah Dini.”) Asyiknya nikah tanpa pacaran? Setelah nikah masih terasa nuansa pacarannya, bahkan sampai sekarang lho! Padahal sudah 10 tahun menikah. (Nita Sundari. Lingkar Pena Publishing House).