Amira tidak pernah meminta begitu. Gelaran penggangur yang dipegangnya amat menjerut perasaannya. Segulung ijazah belum dapat menjamin masa depannya. Sudah jenuh di perah keringatnya mencari pekerjaan yang setaraf dengan pendidikannya, namun hampa. Percintaannya kecundang di tengah jalan setelah kekasih hati beralih arah.