Margins
Te O Toriatte book cover
Te O Toriatte
2019
First Published
3.94
Average Rating
326
Number of Pages

Meutia Ahmad Sulaiman baru berusia 14 tahun ketika tsunami Aceh menewaskan kedua orangtua dan ketiga adiknya pada tahun 2004. Dia selamat setelah tersangkut di tiang kapal yang terdampar di pemukiman warga. Kisah Meutia mendapat liputan media massa internasional dan menarik perhatian suami-istri Hiroshi & Harumi Mishima di Fukushima, Jepang, untuk mengadopsinya. Untuk beberapa tahun selanjutnya Meutia merasakan kebahagiaan sebuah keluarga. Namun, triple disaster yang menghancurkan Tohoku (gempa bumi dan tsunami) serta Fukushima (kebocoran reaktor nuklir) pada tahun 2011 dan menewaskan orangtua angkatnya, membuat hidup Meutia kembali terpuntir pusaran traumatik yang meretakkan jiwanya. Di tengah perangkap PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) akut yang dialaminya, Meutia berjibaku mewujudkan mimpi menjadi Doktor Computer Engineering sekaligus memilih satu di antara tiga lelaki yang mencintainya; pakar genom ternama berkebangsaan Jepang, penyiar televisi Indonesia yang merupakan cinta pertamanya, atau psikiater—yang memiliki trauma karena ibunya bunuh diri—namun diam-diam mengidolakan Meutia sampai tahap obsesi.

Avg Rating
3.94
Number of Ratings
53
5 STARS
23%
4 STARS
55%
3 STARS
19%
2 STARS
2%
1 STARS
2%
goodreads

Author

Akmal Nasery Basral
Akmal Nasery Basral
Author · 10 books

Akmal Nasery Basral adalah wartawan dan sastrawan Indonesia. Kumpulan cerpen pertamanya Ada Seseorang di Kepalaku yang Bukan Aku (2006) yang terdiri dari 13 cerpen termasuk long-list Khatulistiwa Literary Award 2007. Dia menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Sosiologi Universitas Indonesia. Saat ini tinggal di Cibubur, Bekasi, bersama istri, Sylvia, dan ketiga putri mereka, Jihan, Aurora, Ayla. Sebagai wartawan ia pernah bekerja untuk majalah berita mingguan Gatra (1994-1998), Gamma (1999), sebelum bekerja di majalah Tempo (2004-sekarang). Ia juga pendiri dan pemimpin redaksi majalah tren digital @-ha (2000-2001), serta MTV Trax (2002) yang kini menjadi Trax setelah kerjasama MRA Media Group, penerbit majalah itu, dengan MTV selesai Sebagai sastrawan ia termasuk terlambat menerbitkan karya. Baru pada usia 37 tahun, novel pertamanya Imperia (2005) terbit, dilanjutkan dengan Ada Seseorang di Kepalaku yang Bukan Aku (2006), serta Naga Bonar (Jadi) 2 (2007), novel dari film box-office berjudul sama yang disutradarai aktor kawakan Deddy Mizwar. Di luar minatnya pada bidang jurnalistik dan sastra, Akmal Nasery Basral juga dikenal sebagai pengamat musik dan film Indonesia. Ia termasuk anggota awal tim sosialisasi Anugerah Musik Indonesia. Ketika sosialisasi terhadap penghargaan utama bagi insan musik Indonesia ini dilakukan pada 1997, kalangan jurnalis diwakili oleh Akmal dan Bens Leo. Pada pergelaran AMI ke-10 (2006), Akmal ditunjuk sebagai ketua Tim Kategorisasi yang memformat ulang seluruh kategorisasi penghargaan. Di bidang perfilman Akmal menjadi satu dari lima juri inti Festival Film Jakarta ke-2 (2007), bersama Alberthiene Endah, Ami Wahyu, Mayong Suryo Laksono, dan Yan Widjaya.

548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved