
Terkenang Nyonya Rissa bukan sekadar kumpulan esai nostalgia. Buku ini adalah arsip hidup tentang bagaimana pop culture pinggiran, buku-buku roman picisan, film-film Category III, dan sandiwara radio membentuk sebuah generasi. Generasi yang dibesarkan bukan melulu oleh bacaan bermutu tinggi atau film-film festival, melainkan oleh karya-karya yang di masa itudianggap murahan, cabul, bahkan haram. Dan justru dari situ, lahir ingatan-ingatan paling jujur. Di tangan Mahfud Ikhwan, semua ingatan yang tampak remeh-temeh itu berubah jadi tafsir personal atas sejarah: tentang wabah sandiwara radio yang menyapu kota-kota kecil dan desa di seluruh Indonesia, tentang novel lucah Freddy S. hingga Umar Nur Zain yang dibaca sembunyi- sembunyi, juga tentang ingatan pahlawan masa kecil macam Sakerah dan Sarip Tambak Oso. Buku ini adalah perayaan atas ketidaksempurnaan. Tentang dosa-dosa manis yang begitu jujur diakui. Tentang rasa nostalgia yang akan selalu dikenang. Dan tentang bagaimana hal-hal pop-yang sering dianggap sampah budaya-justru membentuk cara kita membaca, menonton, dan memaknai dunia sampai hari ini.
Author

Mahfud Ikhwan lahir di Lamongan, 7 Mei 1980. Lulus dari Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Gadjah Mada, tahun 2003 dengan skripsi tentang cerpen-cerpen Kuntowijoyo. Menulis sejak kuliah, pernah menerbitkan cerpennya di Annida, Jawa Pos, Minggu Pagi, dan di beberapa buku antologi cerpen independen. Bekerja di penerbitan buku sekolah antara 2005–2009 dan menghasilkan serial Sejarah Kebudayaan Islam untuk siswa MI berjudul Bertualang Bersama Tarikh (4 jilid, 2006) dan menulis cergam Seri Peperangan pada Zaman Nabi (3 jilid, 2008). Novelnya yang sudah terbit adalah Ulid Tak Ingin ke Malaysia (2009) dan Lari Gung! Lari! (2011). Novelnya yang ketiga, Kambing dan Hujan, memenangkan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014. Selain menulis dan menjadi editor, sehari-harinya menulis ulasan sepakbola di belakang gawangdan ulasan film India di dushman duniya ka, serta menjadi fasilitator dalam Bengkel Menulis Gerakan Literasi Indonesia (GLI).