


Books in series

#1
Pak Beye dan Istananya
2010
Presiden Republik Indonesia adalah orang paling penting atau nomor satu di negeri ini. Setidaknya, sesuai pelat nomor sedan kepresidenan: RI 1. Oleh Wisnu Nugroho, wartawan Kompas, sisi tidak penting RI 1 yang kini dijabat Susilo Bambang Yudhoyono dipaparkan dengan lugas, mengalir, dan apa adanya di blog kompasiana.
Menulis berita ”penting” RI 1 dan menyiarkannya langsung dan serentak hanya membuat berita makin seragam. Sifat ”penting” berita Istana membuat gereget ”menarik” hilang karena tak terberitakan.
Pak Beye dan Istananya adalah buku pertama dari ”Tetralogi Sisi Lain SBY”. Sebagai ”manusia biasa”, Pak Beye yang punya gereget dicatat secara rinci, dibagikan secara jenaka dan kadang nakal. Karena rinci, cerita jenaka dan nakal seputar Istana tersusun runut, jelas, dan bernilai sejarah. Bersiaplah tersenyum-senyum.

#2
Pak Beye dan Politiknya
2010

#4
Pak Beye dan Keluarganya
2011
Keluarga adalah tempat Pak Beye kembali dari rutinitasnya sebagai orang nomor satu di Republik Indonesia. Lewat keluarganya di Cikeas, pemikiran dan cita-citanya ditumbuhkan. Keluarganya tidak lagi terbatas pada ikatan darah. Ada Partai Demokrat dan anak-anak ideologis yang ditumbuhkan di sana. Terhadap kiprah Pak Beye dan keluarganya, muncul sejumlah kritik karena kekhawatiran hadirnya dinasti seperti dalam sistem monarki.
Dalam seri terakhir Tetralogi Sisi Lain SBY, Wisnu Nugroho, wartawan Kompas yang bertugas di istana, berbagi tentang hal-hal tidak penting yang dijumpainya di Istana, Cikeas, dan Pacitan.
Ada kisah ibu ratu, putra mahkota, sejumlah abdi dalem dengan label tim hore, dan kehidupan di puri. Setelah tersenyum-senyum, gelisah, dan berpikir, semoga keputusan hadir.
