
Di Minahasa abad ke-17, perang tak hanya terjadi di garis depan, tetapi ia bersemayam di dalam darah. Pada 1665, kolonialisme Spanyol berada di ambang kehancuran ketika rakyat pribumi bangkit menuntut balas. Di tengah kekacauan itu, Pepito, seorang mestizo dengan tatapan dingin, menolak menjadi pion. la hanya memiliki satu tujuan: menemukan pembunuh ayahnya, siapa pun orangnya, apa pun harganya. Trabar Batalla bukan sekadar roman sejarah, melainkan kisah tentang kekejaman kolonial, obsesi balas dendam, dan hasrat yang menantang maut. Novel ini juga melengkapi rangkaian roman sebelumnya: Inani Keke yang menggabungkan narasi prosa dengan unsur fotografi sebagai bagian dari cara bercerita.