
Saya suka tawanya, renyah dan membuatku seperti sedang menjilati madu. Bagaimana mungkin suara tawanya mengingatkanku pada madu? Dan senyumnya, senyuman dari bibirnya itu, seolah dapat melelehkan gunung es. Seharusnya dia jangan sering-sering tersenyum. Bahaya. Dunia bisa mencair. Cerpen “Something Stupid” Namaku Fuschia, bukan nama sebenarnya. Dia pasti akan marah kalau kisah ini diceritakan dengan nama sebenarnya. Dia Azure, bukan nama sebenarnya. Nama asli itu adalah senjata. Nama asli itu kesaktian. Cerpen “Azure dan Fuschia” *** Di tangan Jia, sepotong sketsa yang tergelap sekalipun, dapat dituturkannya dengan indah. (Juanita Wiratmaja, Jurnalis) Cerpen-cerpen Jia selalu dapat mengajak saya terbang lebih tinggi dengan romansa kegelapan yang tetap romantis. (Artasya Sudirman, Penulis “Adriana: Labirin Cinta di Kilometer Nol”) *** Tiga belas dongeng dalam satu kotak. Hati-hati, mungkin ini kotak pandoramu. Temui doppelganger di bawah terik matahari Monas. Atau Azure, naga musisi yang senang memainkan Pachelbel Canon. Nawangwulan tanpa selendang yang entah mengapa ditemui di pinggir pantai. Tiga belas cerita cinta dan lain-lain, siap dikulum dan dikunyah.