Hati Wina berontak. la masih ingin kuliah. la pun sudah merencanakan masa depan bersama Budi. Tapi Wina merasa berhutang budi pada pak dan bu Widodo yang membesarkan dan menyekolahkannya. Terpaksalah ia menuruti keinginan mereka untuk menikah dengan pak Munandar. Duda yang sebetulnya lebih pantas menjadi ayahnya.