Margins
Margins
548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
hello@margins.app
·
+1 (650) 223-5283
Privacy Policy
·
Terms of Use
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved
Bunga
Books in series
#1
Di Ujung Bayang-bayang
1981
#2
Kawinnya Juminten - Martubi
1981
Ketika Djuminten lahir, Martubi hampir mati karena penyakit muntah. Masa remaja adalah masa cari cengkerik bersama. Cinta mereka tak lagi bertanya, setia mengalir dalam darah. Malah bertambah ketika Djuminten kawin dua kali. Perkawinan Djuminten - Martubi tidak ditandai dengan cap, tidak disertai pas foto, ataupun meterai. Itulah sebabnya tak bisa bercerai.
#3
Siska
1981
Dalam setiap kejadian selalu ada tambahan isyu. Kadang isyu lebih berperanan dari realitas yang sebenarnya. Usaha melawannya hanyalah dengan kebenaran dan keberanian. Celakanya, isyu tidak selalu mengenai masa lalu. Apakah pengertian saja cukup untuk menghapus, ataukah juga diperlukan kasih yang tulus?
#5
Rusti Panti
1981
#6
Mengarung Badai
1981
#10
Astiti
1981
Bondan baru saja melangkahkan kakinya melintas pintu pekarangan kantor ketika tiba-tiba sebuah mobil berhanti persis di sampingnya, Danielle menjulurkan kepalanya keluar jendela. Matanya yang bening kecoklatan mengusap ramah, bibirnya yang merah menyodorkan senyum. "Would you like to join me?" Bondan bimbang sesaat. Pekewuh Bagi Bondan, istri yang menyeleweng berarti pelanggaran kehormatan dan harga dirinya. Karena itu ia bertekat tak akan berurusan lagi dengan perempuan. Bondan yakin ia sanggup menjadi ayah dan ibu sekaligus bagi Astiti, yang baru berusia lima bulan. Tapi kemudian muncul Danielle, lalu Widawati - gadis yang begitu mencintai dan dicintai Astiti!
#12
Lambaian Pagi Bening
1982
#14
Sembilu Bermata Dua
1982
Perempuan terhormat semuanya alim dan suci. Begitu yang didengar Ines dulu. Karena itu istri harus pasif bagai batang pisang. Karena itu pula istri tak holeh meminta, harus menunggu. Dan tujuan cinta hanya satu: melahirkan anak. Setelah itu tak pantas lagi perempuan bersenang-senang dengan suaminya. Apalagi berpesta pora tiga atau empat kali seminggu. Sekali dalam dua minggu cukuplah! Ines baru menyadari pendapat itu salah, setelah terlambat Setelah mahligai rumah tangganya tinggal menjadi puing-puing cinta
#15
Istriku Belahan Jiwaku
1982
Setelah mendengarkan keluhan-keluhan suami di mana saja, Kamal mengambil kesimpulan: Suami adalah laki-laki yang malang. Species yang sebaiknya dihapuskan dari muka bumi ini. Konsekuensi kesimpulan ini, Kamal tak mau menyandang titel suami. Teman-temannya mencemoohkan dia. Ibunya gelisah. Tapi peduli amat. Kamal tak mau membanting tulang untuk memberi makan anak orang lain seumur hidup. dengan hanya sedikit imbalan di malam hari.
#16
Bulan Sabit Membelah Kabut
1982
Hati Wina berontak. la masih ingin kuliah. la pun sudah merencanakan masa depan bersama Budi. Tapi Wina merasa berhutang budi pada pak dan bu Widodo yang membesarkan dan menyekolahkannya. Terpaksalah ia menuruti keinginan mereka untuk menikah dengan pak Munandar. Duda yang sebetulnya lebih pantas menjadi ayahnya.
Authors
Maria A. Sardjono
Author · 16 books
Arswendo Atmowiloto
Author · 23 books
Yati Maryati Wiharja
Author · 1 book
Dwianto Setyawan
Author · 10 books
Wildan Yatim
Author · 2 books
Niken Pratiwi
Author · 1 book
Ahmad Tohari
Author · 25 books
Marga T
Author · 1 book
A.G. Barnas
Author · 1 book
Naniheru
Author · 1 book
Nila Kanti
Author · 1 book
V. Lestari
Author · 23 books
Rohyati Salihin
Author · 1 book
Mira W
Author · 48 books
Bunga
Series ·
16
books · 1981-1987
By
Maria A. Sardjono
,
Arswendo Atmowiloto
,
Yati Maryati Wiharja
, and more
#17
Kuncup Mawar di Tengah Padang
1982
#18
Namanya Sekar
1982
Walaupun titelnya sarjana, Sekar sadar dia tetap anak pembantu rumah tangga. Pendidikannya yang tinggi itu pun hanya dimungkinkan karena kemurahan hati majikannya. Karena itu Sekar tahu diri. Betapapun cintanya kepada Joko, anak majikannya, Sekar rela berkorban. Jangankan diselir, lebih dari itu pun dia bersedia....
#19
Getaran Cinta Lama
1982
Delapan belas tahun yang lalu May terpaksa meninggalkan Dono untuk menikah dengan pria yang dicalonkan ayahnya. Kini, ketika Dono muncul kembali, May tak bisa membohongi hatinya. Dia masih mencintai Dono. Karena itu betapa terpukulnya dia ketika ternyata Dono dan Elsa saling mencintai. Elsa. Putrinya. Sanggupkah dia melihat Dono hidup berdampingan dengan anaknya sendiri?
#21
Kalung Imitasi
1982
Kiki mengenakan kalung imitasi setiap kali pergi pulang kantornya dengan harapan agar ada penjahat yang menodongnya. Tujuannya hanya untuk memperoleh pengalaman unik belaka! Ketika kalungnya benar-benar dijambret, terjadi hal-hal di luar perhitungan. Seorang pria bermaksud menolongnya dengan mengejar si penjahat. Tetapi akibatnya si penolong malah kena tusuk dan tewas! Ternyata si penolong punya istri dan anak. Kiki jadi dihantui rasa bersalah dan sangat ingin memperbaiki kesalahannya itu. Tapi seseorang memanfaatkan niat Kiki itu untuk mendapatkan keuntungan namun akibatnya dua nyawa melayang.
#22
Duri di Lembah Kembang Tluki
1982
Bagai kilat di siang hari didengamya berita itu. Sita ternyata putri Pak Harsono, laki-laki yang telah memfitnahnya, membunuh istrinya serta meng- hancurkan karir dan masa depannya. Bagaimana mungkin dia bisa berbesan dengan orang itu! Tapi itu dendam antara orang tua... haruskah anak-anak ikut menderita karenanya...?
#23
Satu Cermin Dua Bayang-bayang
1987
Benarkah karena ibunya selalu memperlakukannya sebagai Peter, setiap malam Rosa mengidentifikasikan dirinya sebagai saudara kembarnya yang sudah meninggal? Atau arwah Peterkah yang kembali ke rumah mereka dan merasuki tubuh Rosa karena ibunya tidak merelakan kematiannya...?