Ketika Djuminten lahir, Martubi hampir mati karena penyakit muntah. Masa remaja adalah masa cari cengkerik bersama. Cinta mereka tak lagi bertanya, setia mengalir dalam darah. Malah bertambah ketika Djuminten kawin dua kali. Perkawinan Djuminten - Martubi tidak ditandai dengan cap, tidak disertai pas foto, ataupun meterai. Itulah sebabnya tak bisa bercerai.