
Dalam tulisan berjudul "Hanya Bermodal Angin" Gus Mus mengeluh soal NU, "Kenapa NU dari dulu kok hanya berperan seperti satpam saja?" Ketika Gus Dur mendengar keluhan tersebut, lantas menjawab dengan jawaban khas Gus Dur, "Lha, apa kurang mulia menjadi satpam?" Sebagai Kiai pembelajar, tulisan Gus Mus dalam Buku ini memberikan pembeningan batin. Kalau kita tidak mau dihina, maka janganlah menghina. Bahkan ketika kita disakitipun, dianjurkan agar kita tetap bersabar. Apa arti semua itu? Kita tetap berbuat baik terhadap sesama, saling memaafkan, termasuk menaklikan kebakhilan dalam diri kita. Sehingga semua amal baik yang kita lakukan akan membuka pintu langit sebagai rahmat Allah kepada kita.