Margins
Margins
548 Market St PMB 65688, San Francisco California 94104-5401 USA
hello@margins.app
·
+1 (650) 223-5283
Privacy Policy
·
Terms of Use
© 2026 Paratext Inc. All rights reserved
Trilogi Roro Mendut
Trilogi Roro Mendut
Series · 4 books · 1983-2008
By
Y.B. Mangunwijaya
Books in series
#1
Roro Mendut
1983
Bagian pertama dari trilogi Roro Mendut-Gendhuk Duku-Lusi Lindri yang ditulis oleh Y.B. Mangunwijaya Roro Mendut, perempuan rayahan yang menolak diperistri oleh Tumenggung Wiroguno demi cintanya kepada Pronocitro. Dibesarkan di dusun Telukcikal, kampung nelayan pantai utara Jawa, Mendut tumbuh menjadi gadis yang trengginas dan tak pernah ragu menyuarakan isi pikirannya. Sosoknya dianggap menyimpang dari tatanan di lingkungan istana di mana perempuan diharuskan bersikap serba halus dan serba patuh. Tetapi ia tak gentar. Baginya, lebih baik menyambut ajal di ujung keris Sang Tumenggung daripada dipaksa melayani nafsu panglima tua itu.
#2
Genduk Duku
1987
From Yusuf Bilyarta Mangunwijaya was an architect, writer, Catholic priest, and activist. Romo Mangun (Father Mangun) was publicly knowned by his novel "Burung-Burung Manyar" which was awarded Ramon Magsaysay Award for South-East Asia Writings on 1996. Not only active in the fiction genre, Romo Mangun also wrote many non-fiction and architectural works such as "Sastra dan Religiositas" [ Literature and Religiosity] which won The Best Non-Fiction prize in 1982.
#3
Lusi Lindri
1994
Bagian ketiga dari trilogi Roro Mendut - Genduk Duku - Lusi Lindri ini memantau, dalam bentuk novel sejarah, secermat mungkin data dan fakta historis Sunan Mangkurat I (abad 17), raja kejam Mataram dan zamannya yang penuh peristiwa dramatis. Tokoh novel, gadis Lusi Lindri, anak perempuan Genduk Duku, terpilih oleh ibu Suri menjadi salah seorang dari pasukan pengawal pribadi Susuhunan Mangkurat I, dan mengalami hidup yang paling rahasia di antara dinding-dinding istana. Perjalanannya sebgai istri perwira mata-mata Mataram di batavia, pusat VOC, dan perkembangan tak terduganya lebih lanjut sebagai pemberontak di wilayah-wilayah (yang sekarang disebut) Bagelen, Magelang, dan Gunung Kidul melawan raja lalim itu, merupakan klimaks trilogi penuh aksi dan cerita yang mendebarkan. Khusus bagi para gadis maju dan wanita karier masa kini, namun juga untuk pria yang mau menimba hikmah tanda-tanda zaman, novel sejarah Y.B. Mangunwijaya ini dianjurkan. co-pas dari: http://www.bukubagus.com/page\
produk\
...
#1-3
Rara Mendut
2008
Rara Mendut
, budak rampasan yang menolak diperistri oleh Tumenggung Wiraguna demi cintanya kepada Pranacitra. Dibesarkan di kampung nelayan pantai utara Jawa, ia tumbuh menjadi gadis yang trengginas dan tak pernah ragu menyuarakan isi pikirannya. Sosoknya dianggap nyebal tatanan di lingkungan istana di mana perempuan diharuskan bersikap serba halus dan serba patuh. Tetapi ia tak gentar. Baginya, lebih baik menyambut ajal di ujung keris Sang Tumenggung daripada dipaksa melayani nafsu panglima tua itu.
Genduk Duku
, sahabat Rara Mendut yang membantunya menerobos benteng Keraton Mataram dan melarikan diri dari kejaran Tumenggung Wiraguna. Setelah kematian Rara Mendut dan Pranacitra, Genduk Duku menjadi saksi perseteruan diam-diam antara Wiraguna dan Pangeran Aria Mataram, putra mahkota yang kelak bergelar Sunan Amangkurat I dan sesungguhnya juga jatuh hati kepada Rara Mendut - perempuan rampasan yang oleh ayahnya dihadiahkan kepada panglimanya yang berjasa.
Lusi Lindri
, anak Genduk Duku dipilih menjadi anggota pasukan pengawal Sunan Amangkurat I oleh Ibu Suri. Lusi Lindri menjalani kehidupan penuh warna di balik dinding-dinding istana yang menyimpan ribuan rahasia dan intrik-intrik jahat. Sebagai istri perwira mata-mata Mataram, ia tahu banyak... Bahkan terlalu banyak... Semakin lama nuraninya semakin terusik melihat kezaliman junjungannya. Tiada pilihan lain! Bulat sudah tekadnya, baginya lebih baik mati sebagai pemberontak penentang kezaliman daripada hidup nyaman bergelimang kemewahan.
Author
Y.B. Mangunwijaya
Author · 13 books