
Ini menantu yang luar biasa. Tak ada Paulin, tak mengapa. Surtini adalah rahmat bagi alam semesta!" batin Minarni semangat. Walau ibu yang bersemangat ini salah duga. Surtini berhasil dengan pertanyaan jebakannya. Surtini sukses menggiring Minarni ke jurusan yang memang diincarnya. "Paulin memang cocok. Tapi kamu juga cocok. Siapa saja di dunia, asal memang jodoh, dia cocok!" kata Minarni bergairah. "Dan Bulik tidak tau, siapa yang paling berjodoh di antara kalian, kamu yang cuma disebelah rumah, atau Paulin yang kini berada di luar negeri!" Berat sekali tekanan Minarni saat mengatakan "di luar negeri" itu. Ada tekanan yang tak biasa dari seorang Minarni yang biasanya tenang dan sabar. "Lho, Mbak Paulin ke luar negeri Bulik?" tanya Surtini cepat, dengan rasa kaget yang sempurna. Sempurna karena mengandung dua perasaan sekaligus. Pertama ia tak menyangka tentang sebuah fakta yang benar-benar mengagetkan hatinya.Kedua, karena ia telah mendapat jawaban atas sebuah misteri.